Hello World!

This page has a light blue background color!

-->

Selasa, 28 Juni 2016

Tentang Solder Menyolder

Kali ini saya akan menuliskan apa yang saya ingat dan tahu tentang solder menyolder. Kenapa solder menyolder? Karena menurut saya hal ini termasuk hal yang sangat penting dalam pengerjaan suatu alat/proyek elektronika dan terlebih jika Anda adalah mahasiswa Teknik Elektro. Misalkan saja, ketika suatu PCB sudah di desain dengan matang, rapih dan fungsinya benar kemudian tidak disolder dengan baik, apa yang terjadi? Bisa jadi hasilnya tidak akan tetap rapih dan fungsinya benar lagi. Besar sekali pengaruh solder terhadap keberhasilan fungsi dari suatu PCB. Karena sesungguhnya tujuan utama dari menyolder adalah memastikan komponen yang seharusnya terpasang pada PCB terhubung pada tempat/lubang yang tepat pada PCB sehingga fungsi dari PCB tersebut sesuai dengan desain awalnya.
Sebelum memulai solder menyolder, baiknya kita mengenal alat-alat yang berkaitan dengan kegiatan ini. Alat-alat yang akan dikenalkan adalah alat-alat yang sering berada di tempat kerja sekre Workshop HME, sehingga jika ada alat yang masih berkaitan dengan kegiatan solder menyolder tapi tidak disebutkan mohon pengertiannya.
Pertama, dan paling utama adalah solder. Banyak sekali macam-macam solder yang dijual di pasaran. Beberapa variabel yang dapat dipertimbangkan ketika akan membeli solder : merk, daya, bentuk, harga. Silahkan tentukan sendiri mana variabel yang akan ditaruh pada prioritas tinggi. Tapi ada yang perlu diingat, hukum “Ada uang, ada barang”  tetap berlaku.
IMG_20140901_182940
Agar hasil solder memuaskan, biasanya saya memilih solder yang memiliki ujung kecil dan panasnya ada di ujungnya-bukan di pangkal atau di tengah.
Kedua, hal yang wajib ada selain solder,timah. Sebenarnya ini bukan 100% timah, melainkan ada campuran timbal di dalamnya. Timah yang dijual di pasaran biasanya memiliki ukuran diameter yang berbeda-beda. Tentu untuk menangani kasus yang berbeda juga. Akan semakin mudah menyolder kaki komponen yang kecil dengan timah yang diameternya kecil, tetapi akan sangat lama ketika akan menyolder kaki atau daerah yang besar.
IMG_20140901_182803
Karena ketika timah dipanaskan akan menghasilkan asap yang berbahaya sebaikanya gunakan masker atau siapkan kipas angin di tempat Anda menyolder agar asapnya tidak terhirup langsung oleh hidung.
Selanjutnya, aksesoris yang akan sangat membantu dalam kegiatan solder menyolder.
  • Busa – digunakan untuk membersikan ujung solder karena ada timah yang tertinggal. Basahi terlebih dahulu sebelum digunakan. Fungsinya pun dapat digantikan dengan tisu atau kertas yang dibasahi.
IMG_20140901_182506
  • Third Hand – dari namanya pun dapat ditebak fungsinya apa, yap alat ini adalah tangan ketiga untuk memegangi apapun yang diinginkan.
IMG_20140903_214317
  • Lotfatt (Stannol-Soldering Grease) – nah yang ini punya dua fungsi. Yang pertama fungsinya adalah mempercepat waktu pencairan timah karena panas solder, penggunaannya dioleskan di bagian yang akan disolder. Yang kedua fungsinya adalah sebagai pembersih ujung solder, meskipun ini bukan merupakan fungsi yang sebenarnya tetapi banyak yang menggunakannya untuk ini dan memang terbukti hasilnya bersih.
IMG_20140901_182736
Ini dia bagian intinya.
Untuk kegiatan solder menyolder ini jika dibedakan berdasarkan jenis kaki komponennya dapat dibedakan menjadi dua. Pertama menyolder komponen DIP yang kepanjangannya Dual Line-In Package. Kedua menyolder komponen SMD yang kepanjangannya Surface-Mount Device. Komponen DIP (gambar sebelah kiri) adalah komponen yang memiliki bentuk balok dengan dua buah barisan kaki konektor. Sedangkan komponen SMD (gambar sebelah kanan) adalah komponen yang penggunannya adalah menempelkan konektornya pada permukaan dari PCB. Teknik untuk keduanya pun berbeda. Jika dibandingkan, menyolder komponen SMD memiliki tingkat kesulitan yang lebih dibandingkan dengan menyolder komponen DIP.
591px-Three_IC_circuit_chips389px-Photo-SMDchips
Menyolder komponen DIP
Dalam menyolder komponen DIP sama konsepnya dengan menyolder komponen-komponen yang memiliki kaki konektor seperti resistor, kapasitor, LED, dll.
Mari dimulai dari menyolder yang paling mudah, yaitu menyolder komponen DIP di PCB. PCB yang dimaksud adalah PCB yang didesain menggunakan software dan dicetak jalur2 sesuai dengan desain dan sudah terdapat lubang-lubang untuk menempatkan komponen. Lalu apa yang harus dilakukan? Jika demikian, mulai lah menyolder komponen yang memiliki tinggi paling rendah berurutan sampai yang paling tinggi. Misalkan terdapat resistor, IC dan LED 5mm. Maka mulailah menyolder resistor, kemudian Socket IC lalu LED 5mm. Kenapa demikian? karena ketika menyolder pada PCB, pasti dihadapan kita adalah bagian belakang dari PCB dan komponen berada pada bagian depannya. Jika kita memulai menyolder dari komponen yang paling tinggi, ketika menyolder komponen yang rendah akan sangat sulit agar komponen tersebut menempel pada PCB. Sebaliknya ketika kita menyolder dari yang paling rendah, gaya grafitasi akan membantu  supaya komponen tersebut menempel pada PCB karena tidak ada komponen yang lebih tinggi daripadanya. Mungkin susah untuk dibayangkan, tapi coba dilihat dulu gambar ini.
IMG_20140901_222616 IMG_20140901_222408
Gambar kiri adalah hasil dari menyolder tanpa menggunakan urutan ketinggian komponen. Gambar kanan adalah hasil yang menggunakan urutan ketinggian. Dapat dilihat gambar kanan lebih rapih dari gambar kiri.
Dengan menggunakan aturan ketinggian komponen, kita langsung dapat menyolder kaki-kaki konektornya. Ketika menyolder kaki komponen, pastikan ujung solder panas dan timah siap siaga. Agar hasilnya rapih, tidak hanya kaki/PCB nya saja yang dipanaskan oleh solder melainkan keduanya dipanaskan secara bersamaan. Setelah panas barulah beri timah di ujung solder, ketika memberi timah perhatikan jumlahnya. Ingat yang berlebihan itu tidak baik, timah yang berlebihan pun tidak baik. Berikan timah secukupnya sampai area di PCB untuk kaki komponennya terisi cukup dengan timah. Tidak lebih tidak kurang. Ini menyolder tapi kok kaya masak yak.
Cara Membuat Jalur di PCB Bolong
Mari kita lanjutkan ke tingkat menyolder yang lebih sulit, yaitu menyolder komponen DIP di PCB Dot Matrix atau PCB Bolong. Sama seperti sebelumnya, aturan ketinggian komponen pun masih berlaku. Tapi selain itu ada hal yang harus diperhatikan, karena itulah menyolder pada PCB bolong lebih sulit daripada menyolder pada PCB. Karena desain dan implementasi jalurnya kita buat sendiri langsung di PCB bolong. Sebelumnya, sampai sekarang saya punya 3 cara untuk membuat jalur di PCB bolong.
IMG_20140901_224639
  • Cara pertama (di dalam kotak kuning), menggunakan kabel jumper untuk menghubungkan dua titik yang berbeda. Kesulitan pada teknik ini adalah memotong kabel agar tepat panjangnya dengan jarak dua titik yang ingin dihubungkan. Karena jika kabel jumper ini lebih panjang dari jarak dua titiknya, akan mengurangi keindahan dari PCB.
  • Cara kedua (di dalam kotak merah), menggunakan kaki komponen untuk menghubungkan dua titik yang berbeda. Dengan menggunakan teknik ini kita dapat menghemat penggunaan kabel dan menyingkat waktu untuk memotong kabel.
  • Cara ketiga (di dalam kotak orange), menggunakan timah untuk menghubungkan dua titik yang berbeda. Teknik ini sangat-sangat membutuhkan timah yang banyak. Selain itu teknik ini cukup sulit dilakukan jika jarak kedua titiknya sangat jauh. Jadi teknik ini lebih baik digunakan ketika  jarak titik yang dekat dan sedang tidak menemukan kabel jumper ataupun kaki komponen sisa. Caranya adalah memberikan timah di masing-masing titik PCB bolong sesuai dengan jalur yang akan dibuat. Setelah kering, baru hubungkan per dua titik dengan jeda. Begitu seterusnya. Semoga gambar dibawah dapat memperjelas.
conector timah
Menyolder komponen SMD
Teknik menyolder komponen SMD berbeda dengan menyolder DIP. Perbedaannya dapat dianalogikan dengan menempelkan kertas (A) di atas kertas lainnya (B).
Nah kalo menyolder komponen DIP itu seperti menempelkan kertas A di atas kertas B dengan menggunakan selotip. Langkahnya, taruh kertas A di kertas B. Tempelkan selotip di sekeliling kertas A sehingga kertas A menempel dengan kertas B.
Untuk menyolder komponen SMD itu seperti menempelkan kertas A di atas kertas B dengan lem kertas. Langkahnya, beri lem di atas kertas B dengan luas yang sama dengan kertas A. Lalu tempelkan kertas A di atas lem tsb.
Itu kan analoginya, kalo yang sebenarnya tinggal gantikan saja lem dengan timah. Jadi deh. Mudah kan? Sebenarnya banyak metode dan tools lain sehingga menyolder komponen SMD menjadi lebih mudah, tapi tidak saya jelaskan di sini hehe. Kalo butuh referensi lain banyak video-video tutorial di Youtube tentang solder menyolder ini.
Saran saya, selain mengetahui teorinya alangkah lebih baik jika dibarengi dengan prakteknya. Karena ilmu menyolder tidak dapat diperoleh semuanya dari membaca/melihat tutorial, harus dipraktekan sendiri dan mendapatkan pengalamannya sendiri. Semakin banyak dan sering meyolder pasti akan menemukan cara yang paling mudah.
Semoga membantu, selamat berkarya!

Senin, 27 Juni 2016

Mengenal Servo


Servo merupakan suatu alat yang digunakan untuk menghasilkan output yang sesuai dengan perintah yang diinginkan dengan menggunakan feeedback (umpan balik). Servo memiliki banyak macam, tapi untuk kesempatan kali ini hanya akan dibahas singkat tentang servo drive yang biasa digunakan di bidang Industri. 
Mungkin ada yang pernah mendengar yang namanya CNC. Mesin perkakas yang mampu bekerja dengan tingkat akurasi yang tinggi dengan waktu yang singkat. Di mesin inilah salah satu contoh aplikasi servo.
Kata "servo" sendiri berasal dari kata "servant" yang berarti pelayan. Dengan kata lain, servo adalah pelayan yang mampu bekerja dengan tepat dan cepat sesuai instruksi dari tuannya.  Sedang sistem servo dapat didefinisikan sebagai alat yang mampu menggerakkan pada kecepatan tertentu dan memposisikan suatu objek pada posisi yang ditentukan. Sistem kontrol otomatis seperti ini membutuhkan feedback (umpan balik) untuk dapat bekerja. Seperti yang dijelaskan pada gambar dibawah ini:
Dengan demikian sistem servo adalah sistem kontrol otomatis yang mendeteksi posisi mesin (output), mengumpan balik data tersebut ke bagian input, lalu membandingkannya dengan posisi yang telah ditentukan (input), kemuadian menggerakan mesin berdasarkan perbedaan data yang dibandingkan tadi. Dengan kata lain sistem servo adalah sistem kontrol yang menekan/mengupayakan agar data output sama persis dengan data input (atau lebih dikenal dengan referensi). Sebagai contoh data input(referensi) berubah, maka dengan segera servo akan meresponnya. Referensi input tidak hanya berupa referensi posisi tapi bisa juga berupa orientasi (sudut), tegangan, torsi, tekanan, dan lain-lain. Sistem kontrol seperti diatas yang menggunakan umpan balik (feedback) sering disebut close loop control (kontrol putaran tertutup).
Berikut ilustrasi dari sistem servo :
Sistem servo terdiri dari host controller, biasanya berupa PLC, lalu servo amplifier/servo drive (servopack, istilah servopack biasa digunakan untuk drive buatan Jepang, seperti Yaskawa, mitsubishi, fuji, reliance electric, dll), lalu servomotor.
Kemudian dibawah ini akan dijelaskan ilustrasi sistem servo dengan lebih lengkap:
Keterangan:
1. Controlled system; merupakan sistem mekanik dimana posisi/kecepatan akan dikontrol. Didalamnya terdapat drive yang menyalurkan torsi dari servomotor ke mesin dan Movable tabledigerakkan dari servomotor melalui gear. Sistem ini terdiri dari;
  • Coupling + ball screw; ketika sistem menggunakan rasio "power transmission" 1:1, maka sistem ini yang sering digunakan. Dan kenyataannya, sistem inilah yang sering digunakan di mesin perkakas.
  • Timing Belt + Trapezoidal Screw Thread; timing belt merupakan sebuah penghubung yang memiliki rasio "power transmission" yang bebas(tidak harus 1:1). Tapi karena trapezoidal screw thread tidak memiliki tingkat akurasi yang tinggi, maka jenis ini biasanya hanya digunakan untuk coupling kecil.


2. Servomotor; Motor utama yang menggerakkan mesin. Ada dua jenis motor, yakni motor AC dan motor DC. Servomotor DC dikendalikan oleh arus searah (DC). Hingga tahun 1980 istilah servomotor selalu diartikan sebagai servomotor DC, baru sejak tahun 1984, servomotor AC muncul dari hasil perkembangan pesat teknologi prosessor. Motor AC memiliki kelebihan dibanding motor DC, diantaranya perawatan mudah karena tidak menggunakan karbon brush, dan menghasilkan kecepatan tinggi karena tidak ada proses penyearahan. Servomotor AC ada 2 jenis, motor Synchronous dan motor induksi, tapi motorSynchronous-lah yang sering digunakan. Motor jenis ini berputar berdasarkan perubahan frekuensi arus bolak baliknya. Motor ini juga memiliki torsi yang kuat ketika berhenti, sehingga lebih ideal untuk penggunaan yang membutuhkan tingkat presisi yang tinggi. Seperti gambar diatas. Servomotor juga harus memiliki "instantaneous power" sehingga dapat mulai bergerak dengan segera setelah referensi diterima (cepat tanggap). istilah "power rating(kW/s)" sering digunakan untuk mengukur kemampuan tersebut. Power rating berarti banyaknya power yang dapat disalurkan per detiknya (kW/s). Semakin besar power ratingnya, semakin bertenaga servomotor tersebut.
3. Detector; merupakan pendeteksi posisi/kecepatan. Biasanya berupa encoder yang terpasang di belakang motor. Encoder terdiri 2 jenis;

  • Incrimental Encoder; merupakan generator pulsa yang menghasilkan nilai pulsa tertentu tiap revolusi (contoh: 2000 pulse per revolution). jika encoder dihubungkan pada mekanik servo dan tiap pulsa diartikan suatu nilai panjang (contoh : 0,001mm), dengan begitu incrimental encoder dapat digunakan sebagai detector position. Tapi bagaimanapun juga encoder ini bukanlah pendeteksi posisi murni dan hanya mengeluarkan sinyal pulsa. Untuk itu, pengkalibrasian diperlukan tiap penentuan posisi.
  • Absolute Encoder; didesign sedemikian rupa sehingga mampu mendeteksi sudut putaran sebaik mungkin, lebih presisi dibanding incrimental encoder. Sehingga memungkinkan tidak perlu dilakukan kalibrasi tiap akan mengoperasikan. Perbedaan mencolok dengan incrimental encoder adalah absolute encoder mampu menjaga track posisi putaran batang motor meskipun power tiba-tiba mati dan terjadi gerakan putaran sewaktu power mati.
4. Servo amplifier; Sebuah penguat yang mengolah sinyal error untuk mengoreksi perbedaan antara sinyal input (referensi) dengan sinyal umpan balik (feedback) sehingga menghasilkan output yang diharapkan. Servo amplifier terdiri dari comparator yang mengolah sinyal error dan power amplifier yang menguatkan sinyal agar mampu menggerakan servomotor. Seperti gambar diatas.
  • Comparator; terdiri dari komparator dan kontrol. komparator berfungsi untuk membandingkan referensi dengan feedback dan menghasilkan sinyal differential. Sedang kontrol berfungsi untuk menguatkan dan menyalurkan sinyal differential.
  • Power Amplifier menggerakan servomotor pada posisi/kecepatan yang sesuai dengan output Comparator.

5. Host controlled; alat yang mengendalikan servo amplifier dengan menggunakan referensi kecepatan/posisi berupa set point.

Referensi : Σ-Series SGM/SGMP/SGDA USER'S MANUAL, YASKAWA

Kamis, 23 Oktober 2014

Ruang Lingkup Elektronika

Sering timbul kerancuan antara Elektronika dengan kelistrikan. Namun dari definisi dan pengertian dimuka sebenarnya kerancuan ini tidak perlu terjadi. Sebagai contoh pengen dalian dan penerangan
gerakan elektron dalam logam saja belum termasuk dalam kelistrikan. Lebih jauh pada umumnya elektronika menggunakan komponen aktif sedang kelistrikan hanya menggunakan komponen pasif saja.

Di dalam elektronika dikenal istilah komponen, rangkaian dan sistem. Komponen adalah unsur pembentuk rangkaian, sedang rangkaian adalah unsur pembentuk sistem. Berdasarkan kemampuannya memperkuat sinyal, komponen elektronika dibagi menjadi komponen aktif yaitu komponen yang dapat memperkuat sinyal dan komponen pasif yaitu komponen yang tidak dapat
memperkuat sinyal. Sebagai contoh komponen aktif adalah tabung trioda, transistor dan sebagai contoh komponen pasif adalah resistor, induktor dan kapasitor.

Berdasarkan hubungan antara tegangan (V) dan arus yang melaluinya (I), komponen elektronika dibagi menjadi komponen linier dan komponen tak linier. Pada umumnya linier hubungan antara V dan I linier, sedang pada komponen tak linier hubungan antara V dan I tak linier. Jadi suatu resistor yang mengikuti hukum Ohm adalah komponen linier. Sedang tabung trioda dan transistor adalah komponen tak linier, walaupun dalam banyak penerapan diadakan pendekatan linier. Untuk komponen tak linier dibedakan tak linier kontinue dan tak linier tak kontinue. Komponen tak linier tak kontinue dapat digunakan sebagai saklar elektronis. Keadaan ini terjadi jika sifat sebuah komponen berubah pada saat tegangan atau arus pada komponen tersebut melewati nilai tertentu. Sebagai contoh dioda atau transistor yang dipakai sebagai saklar.

Untuk rangkaian elektronika dibedakan menjadi rangkaian diskrit yaitu rangkaian yang hubungan antar komponennya melalui PCB, kabel atau penyoldiran dan rangkaian terpadu (IC) yang hubungan antar komponennya terpadu dalam suatu chip atau keping (pada umumnya silikon).

Berdasarkan cara pengolahan dan penampilan data atau informasinya, maka sistem dibedakan menjadi sistem analog dan sistem digital. Pada sistem analog data atau informasi yang diolah atau
ditampilkan dinyatakan dalam suatu variabel rangkaian yang harganya dapat berubah secara kontinue, sedang pada sistem digital data atau informasi yang diolah atau yang ditampilkan dinyatakan dalam suatu variabel rangkaian yang harganya diskrit dengan dua keadaan atau dua harga yang berbeda. Sebagai contoh pengukuran arus listrik dengan sistem analog dinyatakan dengan variabel simpangan galvanometer yang kedudukannya dapat disetiap tempat (kontinue) antara simpangan nol dan maksimum. Sedang dengan sistem digital dinyatakan dengan variabel hidup dan matinya dioda pada peraga “seven segment” yang menyatakan angka-angka besarnya arus listrik tersebut.

Rabu, 22 Oktober 2014

Bidang-bidang Elektronika

        Dewasa ini produk Elektronika telah menyentuh hampir seluruh aspek atau bidang kehidupan manusia dari alat-alat rumah tangga, mainan anak-anak, hiburan (rekreasi), pendidikan, administrasi, perdagangan, kedokteran, transportasi sampai pada alat-alat perang dan penyelidikan ruang angkasa.
 

Bidang-bidang yang berkecimpung dalam elektronika telah berkembang pesat. Bidang-bidang itu antara lain :
 

1) Bidang Instrumentasi dan Kontrol
Bidang ini berkecimpung pada peralatan seperti pengembangan alat ukur elektronik, instrumentasi penelitian, alat pemroses data serta alat kontrol atau otomatisasi seperti sistem mikroprosesor untuk kontrol dan sebagainya.
 

2) Bidang Telekomunikasi
Bidang ini berkecimpung pada alih informasi jarak jauh baik menggunakan kabel maupun tidak. Sebagai contoh pengembangan komunikasi telepon menggunakan relay elektronik, komunikasi data menggunakan komputer dan telepon, komunikasi berita dan gambar melalui satelit, komunikasi menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi dan gelombang mikro dan sebagainya.
 

 3) Bidang Elektronika Konsumer
Bidang ini berkecimpung pada produksi peralatan-peralatan kebutuhan umum seperti radio, televisi, perekam kaset audio maupun video, penyedia daya serta komponen-komponen elektronika.
Industri atau perusahaan Elektronika dewasa ini dapat dikelompokkan dalam 4 K, yaitu komponen, komunikasi, kendali dan komputasi.
 

4) Bidang Elektronika Kuantum
Bidang ini berkecimpung dalam pengembangan Elektronika yang menyangkit interaksi antara cahaya, gelombang mikro atau gelombang elektromagnetik yang lain. Dari bidang ini dewasa ini telah dikembangkan sinar laser untuk berbagai keperluan, komunikasi dengan menumpangkan sinyal pada cahaya yang dijalarkan dalam serat (fiber) optik dan sebagainya.

Selasa, 21 Oktober 2014

Perkembangan Elektronika

           Lahirnya elektronika sebenarnya mula-mula atas tuntutan kebutuhan manusia akan sarana telekomunikasi. Sarana telekomunikasi menggunakan telepon yang ditemukan oleh A.G. Bell pada tahun 1876 masih terlalu sederhana, banyak keterbatasanketerbatasannya. Untuk memungkinkan hubungan yang mencapai jarak jauh dan mutu yang baik serta kapasitas saluran yang tinggi, dituntut adanya penguatan sinyal, modulasi, demodulasi serta multipleksi. Dan untuk mencapai jarak yang lebih jauh lagi dengan biaya yang lebih murah, diperlukan penggunaan media gelombang elektromagnetik.

Pada tahun 1896 Marconi berhasil menciptakan telegrap radio, telegrap tanpa kabel, tetapi menggunakan media gelombang elektromagnetik. Dengan demikian tuntutan jarak yang jauh dapat dipenuhi. Namun tuntutan-tuntutan yang lain belum dipenuhi, sehingga
para ahli terus bekerja tanpa mengenal lelah.

Pada tahun 1904 Sir Ambrose Fleming menemukan tabung hampa dengan dua elektrode (tabung dioda), yang dinamakannya “valve” (katup). Katup ini dapat berfungsi sebagai detektor sinyalsinyal dari telegrap radio Marconi. Dua tahun kemudian yakni tahun 1906, De Forest meletakkan elektroda ketiga (kisi) pada katup Fleming sehingga ditemukanlah tabung trioda, yang ia beri nama audion. Audion ini dapat berfungsi antara lain untuk memperkuat sinyal-sinyal tersebut. Jadi mulai tahun 1904 ini sebenarnya orang sudah mulai mengendalikan gerakan-gerakan elektron dalam ruang hampa, sehingga tahun itu dapat dipandang sebagai tahun “kelahiran” Elektronika. 

Namun ada orang yang menyatakan tahun 1906 yakni tahun ditemukannya tabung trioda ini sebagai tahun “kelahiran” Elektronika, ada pula yang menyatakan tahun 1911 yakni tahun diperolehnya tabung trioda yang lebih handal (setelah disempurnakan tabung hampa udaranya dan digunakan katoda lapis oksida). Dengan ditemukannya tabung trioda ini dan lebih-lebih dengan ditemukannya tabung iconoscope yaitu tabung hampa yang merupakan
alat dasar dalam kamera televisi oleh Vladimir Zwonykin padaa tahun 1920, maka industri radio dan televisi berkembang pesat. Ditinjau dari daya yang digunakan, kecepatan, ukuran
geometrik, berat dan kemudahan rusak, tabung trioda diatas masih banyak keterbatasan-keterbatasannya. Oleh karena itu para ahli berusaha untuk memperoleh alat yang mempunyai fungsi sama, tetapi dengan keterbatasan-keterbatasan minimal.

Pada tahun 1948 John Bardeen, Walter H. Brattain dan William Shockley menemukan alat tersebut, yang diberi nama transistor. Transistor ini dibuat dari bahan semikonduktor, dan transistor ini dapat menggantikan fungsi tabung trioda. Karena tidak menggunakan filamen pemanas seperti pada tabung hampa, transistor tidak banyak memakan daya. Disamping itu ukurannya kecil dan tidak mudah pecah. Akibatnya radio yang menggunakan transistor dapat dibuat berukuran kecil dan dapat menggunakan baterai sebagai sumber daya listriknya. Disamping itu transistor dapat diproduksi secara massal sehingga harga menjadi murah. Demikian pula dengan menggunakan transistor orang dapat membuat komputer elektronika yang lebih kecil tetapi mempunyai kemampuan lebih tinggi daripada jika menggunakan tabung hampaa.

Hubungan antar komponen rangkaian Elektronika dalam era transistor ini pada umumnya menggunakan PCB (Printed Circuit Board = papan rangkai tercetak), melalui penyoldiran. Suatu kelemahan dari hubungan semacam ini adalah reliabilitas tidak prima disamping ukuran masih cukup besar, walaupun tidak sebesar pada rangkaian dengan tabung hampa. Karena itu para ahli berusaha untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan ini.

Pada tahun 1958 J.S. Kilby menemukan rangkaian terpadu (IC = “integrated circuit” = rangkaian terintegrasi), suatu keping (chip) silikon tunggal yang ukurannya sangat kecil (» 1 mm2) yang diatasnya berisi rangkaian Elektronika yang diproses dengan teknik-teknik difusi dan pengendapan. Semenjak ditemukan rangkaian terpadu tersebut, jumlah komponen per chip terus berkembang sehingga dewasa ini dikenal IC jenis SSI (“Small Scale Integration”), MSI (“Medium Scale Integration”), LSI (“Large Scale Integration”), VLSI (“Very Large Scale Integration”), yang masing-masing mempunyai jumlah komponen (transistor) per chip 10-100, 100-1000, 1000-100.000, dan > 100.000. Dengan ditemukannya rangkaian terpadu ini sejarah

Elektronika mengalami babak baru yaitu babak mikroelektronika. Dengan semakin meningkatnya jumlah komponen per chip dalam rangkaian terpadu (IC) ini maka terdapat kecenderungan pemakaiannya menjadi makin khusus, sehingga tidak diproduksi secara besar-besaran, akibatnya harganya menjadi mahal.

Pada tahun 1971 perusahaan Elektronika Intel Inc di Amerika Serikat berhasil membuat IC mikroprosesor, yang merupakan “otak” dari komputer. IC mikroprosesor ini bersifat fleksibel, mempunyai fungsi hampir mirip tak terbatas. Dengan perangkat keras yang sama
dapat diperoleh berbagai fungsi, hanya dengan merubah program. Akibatnya dapat diproduksi dalam jumlah cukup banyak dengan harga relatif murah.

Jika diamati perkembangan Elektronika dari sejak
“kelahirannya” sampai sekarang, nampak bahwa perkembangan
tersebut menuju miniaturisasi komponen. Bahkan dewasa ini telah
ditemukan “one chip micro computer” atau mikro komputer dalam satu
chip. “Komponen” baru ini terdiri atas mikroposesor, memori baca
tulis, memori baca, dan unit input-output yang seluruhnya terletak
dalam satu chip. Disamping itu perkembangan menuju ke arah
peningkatan kemampuan, dan “intelegensi”.




Gambar : menunjukkan perkembangan komponen tersebut.

Sabtu, 18 Oktober 2014

Dasar-dasar Elektronika

Dasar-dasar elektronika, iya saya memang menyukai seluruh hal tentang elektronika. Mulai dari hanya sekedar ingin tahu hingga merakit ulang sebuah perangkat elektronika.
Kali ini saya akan membahas tentang dasar-dasar elekrtonika, apa itu elektronika?

Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu/teknik elektronika dan instrumentasi.
Alat-alat yang menggunakan dasar kerja elektronika ini disebut sebagai peralatan elektronik (electronic devices). Contoh peralatan (piranti) elektronik ini: Tabung Sinar Katode (Cathode Ray Tube, CRT), radio, TV, perekam kaset, perekam kaset video (VCR), perekam VCD, perekam DVD, kamera video, kamera digital, komputer pribadi desk-top, komputer Laptop, PDA (komputer saku), robot, smart card, dll. 

Pengertian elektronika berdasarkan beberapa tokoh:
  •  Menurut Fitrzgerald, Higginbotham dan Grabel:
    “Electronics is the branch of Electronical Engineering which deals extensively with the transfer of information by means of electromagnetic energy”.
    Artinya : Elektronika adalah cabang ilmu listrik yang bersangkutan secara luas dengan alih informasi menggunakan tenaga elektromagnetik.
     
  •  Menurut J. Millman:
    “Electronics is the science and the technology of the passage of charged particles in a gas, in a vaccum, or in a semiconductor”.
    Artinya : Elektronika adalah ilmu dan teknologi tentang melintasnya partikel bermuatan listrik didalam suatu gas atau suatu ruang hampa, atau suatu semikonduktor.
  •  Menurut E. Carol Young:
    “The study, design, and use of devices that depend on the conduction of electricity through a vaccum, gas, or semiconductor”.
    Artinya : Elektronika meliputi studi, perancangan dan penggunaan piranti-piranti yang berdasar hantaran listrik di dalam suatu ruang hampa, gas dan semikonduktor.
  • Menurut H.C. Yohannes:
    Elektronika ialah ilmu yang mempelajari sifat-sifat dan pemakaian
    piranti (“devices” = alat) yang asas kerjanya ialah aliran elektron dalam ruang hampa atau gas (seperti dalam tabung-tabung radio) dan aliran elektron dalam semipenghantar (seperti misalnya dalam transistor). 


    Dari definisi-definisi tersebut pada hakikatnya Elektronika mempelajari pengendalian dan penerapan gerakan partikel pembawa muatan (elektron) dalam ruang hampa, gas atau
    semikonduktor.

Posting Awal

Hobby, ya hobi. Mengapa? karena hobi adalah suatu kesukaan yang tidak hanya digemari namun juga dapat ditekuni. Beragam hobi yang bisa dan biasa kita lakukan, baik itu yang kita gemari ataupun yang kita tekuni. Hobi bukan hanya semua yang bersifat permainan, namun juga terkadang suatu kegiatan yang menarik. Banyak juga orang yang pekerjaan nya berdasarkan hobinya, baik itu hobi yang ditularkan teman ataupun yang ia sukai sejak kecil. Bagi Anda yang memiliki kesenangan dan keahlian khusus, tak ada salahnya Anda mencoba mengembangkannya menjadi sebuah profesi yang didasari dari hobi Anda tadi. 

Berikut sembilan hobi yang bisa berubah menjadi pekerjaan yang dapat menghasilkan uang dan juga kesenangan tersendiri seperti:

  • Bermain game
 Bermain video game ternyata tak selamanya berdampak negatif. Bahkan permainan online di komputer tersebut bisa menjadi sumber pendapatan tersendiri bagi Anda. Berbagi tips bermain di YouTube ternyata sudah banyak terbukti dapat menghasilkan uang yang tak sedikit. Semakin banyak orang yang melihat, maka semakin besar pula uang yang dihasilkan.
Tapi mungkin belum semua orang tahu (atau belum mencoba?), dari Youtube Anda bisa menghasilkan uang. Yah, betul sekali, Anda bisa menghasilkan uang dengan menjadi partner atau mitra bagi Youtube, dimana video Anda akan dipasangi iklan oleh Youtube dan Anda mendapatkan bagi hasil dari penayangan iklan tersebut.
  •  Mengambil foto
  Zaman sekarang hampir setiap orang senang berfoto. Bagi Anda yang memiliki kesenangan di bidang fotografi, sejumlah situs membutuhkan keahlian Anda. Foto-foto Anda nantinya akan digunakan sebagai salah satu konten di situs perusahaan tertentu. Anda pastinya akan dibayar untuk setiap foto yang telah dikirimkan dan berhasil dimuat.
  • Belanja

    Berbelanja yang identik dengan menghambur-hamburkan uang ternyata justru dapat menjadi mata pencaharian ibu-ibu rumah tangga. Para wanita yang senang berbelanja dapat mengirimkan kajian suatu produk untuk kemudian dipublikasikan melalui media atau situs online.
    Dengan begiu, Anda bisa menghasilkan uang dalam jumlah besar mengingat kini peminat fashion terus meningkat.
  • Bergosip

    Bagi masyarakat yang senang bergosip, dunia jurnalis sangat cocok bagi Anda. Tergantung bidang yang Anda senangi, jurnalisme dapat membuat Anda lebih serius bergoisp dan berbagi berita pada masyarakat luas. Dengan bergosip pada sejumlah bidang Anda juga dapat menjadikannya sebagai berita informasi yang sangat bermanfaat. Tentu saja, profesi tersebut dapat memberikan Anda pendapatan yang cukup lumayan.
  • MenariSenang menggoyang-goyangkan badan? Bakat menari juga dapat tumbuh menjadi alat pencetak uang. Bahkan sebagian penari telah menjadikannya sebagai sumber pencarian utama. Guru menari dan penata gerak juga menjadi salah satu profesi berpendapatan tinggi.
  • Menggambar

    Tak semua seniman menggunakan bakatnya untuk menjadi sumber mencari nafkah. Tak perlu bekerja langsung di kantor, Anda bisa mendapatkan uang dengan menggambar logo perusahaan. Bahkan gambar Anda juga dapat menjadi salah satu merchandise bernilai mahal jika memang serius mengembangkannya.
  • Menjahit

    Jangan salah, hobi sekaligus keahlian menjahit bisa mengucurkan pundi-pundi uang dalam jumlah besar. Itu mengingat hanya sedikit orang yang memiliki kemampuan serupa.Membuat baju dengan harga yang lebih murah dibandingkan nilai jual di pasaran dapat membuat orang lain mencari Anda. Menjahit baju di tengah waktu senggang sehari-hari bahkan dapat menjadi bisnis besar dengan mempromosikannya secara online yang terkenal murah meriah.
  • Masak kueHobi memasak kue juga bisa menjadi salah satu cara untuk menghasilkan uang. Anda dapat melakukannya di rumah sendiri. Mengiklankan produk makanan di blog atau situs online lainnya juga merupakan cara mudah untuk mempopulerkan hasil masakan Anda. Menghasilkan uang juga dapat dilakukan dengan cara mempromosikan resep dan video memasak sejumlah menu secara online.
  • Berkebun

    Bagi Anda yang senang berkebun, ternyata hobi ini bisa menjadi alat pencetak uang. Hasil penjualan Anda dapat menghasilkan uang yang perlahan dapat dikembangkan untuk memperluas perkebunan dan meningkatkan hasilnya. Selain itu, bahan pangan berupa buah dan sayuran yang dihasilkan dari hobi Anda tersebut merupakan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

    Tentunya masih banyak lagi hobi-hobi yang lain yang juga dapat menghasilkan uang, bagaimana apakah Anda tertarik menjadikan hobi anda menjadi profesi?